Senin, 28 November 2016

Timnas Lolos Semifinal Piala AFF, Bangkitnya Sepak Bola Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menegaskan keberhasilan timnas Indoenesia lolos ke babak semifinal pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2016 yang mengalahkan Singapura 2-1 pada Jumat ( 25/11) malam merupakan kabar baik untuk sepakbola nasional.

“Saya sangat senang dan bangga melihat penampilan skuad Garuda akhirnya membawa hasil yang memuaskan,” kata Imam dalam keterangan persnya, Jumat (25/11) malam.

Nahrawi berharap tren kemenangan dan hasil positif terus menjadi kabar baik demi sepakbola nasional yang lebih baik lagi.

"Teruslah bermain fokus, kuatkan tim, bulatkan tekad dan niat menjadi yang terbaik untuk Merah Putih,” kata Menpora.

Seperti diketahui perjuangan skuad Garuda untuk lolos ke babak semifinal tidak mudah sejak awal laga sempat ditaklukkan Thailand 4-2, kemudian ditahan imbang tuan rumah Filipina 2-2, namun akhirnya bisa meraih kemenangan mengalahkan Singapura 2-1.

Dengan kemenangan melawan Singapura tersebut melalui dua gol yang dipersembahkan Andik Vermansyah dan Stefano Lilipaly, anak asuh Alfred Riedl langsung menaikan peringkat dua grup A dengan perolehan 4 poin di bawah Thailand yang mengoleksi 9 poin penuh.

Sedangkan Filipina yang mengoleksi dua poin dan Singapura dua poin harus tersingkir dari penyisihan grup A.

Lahir dan Besar di Argentina, Paulo Dybala Malah Idolakan 2 Legenda Italia ini

Seorang pesepakbola biasanya mengidolakan pemain asal negaranya sendiri, seperti bagaimana pemain asal Argentina mengidolakan Diego Maradona, atau pemain asal Brasil memilih Ronaldo, Romario, atau Ronaldinho sebagai sumber inspirasi.

Namun Paulo Dybala sepertinya berbeda dengan pemain kebanyakan. Lahir dan besar di Cordoba, provinsi terpadat kedua di Argentina, penyerang berusia 23 tahun tersebut ternyata bukan memilih pesepakbola asal Negeri Tango sebagai sosok idolanya semasa kecil.

Saat berbicara dalam konferensi pers di hadapan para anggota tim muda Juventus, Dybala menyebut dua legenda Juventus, Alessandro Del Piero dan Andrea Pirlo, sebagai sosok panutannya semasa kecil.

"Tim ini merupakan kelompok yang yang sangat hebat. Saya berteman baik dengan Gonzalo Higuain, karena kami sama-sama orang Argentina, tinggal berdekatan, dan sering menghabiskan waktu bersama," ucap pemain yang mencetak assist terbanyak di Serie A musim lalu tersebut dikutip dari Football Italia.

"Saya mulai bermain sepakbola saat berusia tiga tahun. Saya bermain bersama kakak saya dan menggambar gawang di tembok rumah. Saya mengidolakan dua pemain, yaitu Alessandro Del Piero dan Andrea Pirlo."

Wajar saja Dybala berbicara seperti itu, sebab dia sedang berbicara di depan para calon pemain masa depan Juventus. Sebagai penggawa Bianconeri, total Del Piero dan Pirlo menyumbangkan 10 gelar juara Serie A dan dua trofi Piala Italia.

Awas, Laga El Clasico Dikategorikan Sebagai Pertandingan Dengan Risiko Tinggi

Komisi melawan kekerasan, rasisme, xenophobia dan intoleransi dalam olah raga Spanyol telah menyatakan bahwa bentrokan antara dua raksasa La Liga, Barcelona dan Real Madrid sebagai sebuah laga berisiko tinggi. Laga bertajuk El Clasico Jilid 1 musim 2016-2017 rencananya akan digelar pada hari Sabtu tanggal 3 Desember mendatang di camp Nou Barcelona.

Sudah menjadi hal yang normal bahwa laga antara Real Madrid dan Barcelona akan dianggap sebagai pertandingan yang berisiko tinggi, mengingat kedua klub adalah rival terbesar dalam sejararh La Liga.

Ini berarti akan ada banyak langkah-langkah pengamanan di sekitar pertandingan, termasuk pengerahan dari polisi setempat dan polisi Mosses de Esquadra, yakni pihak kepolisian dari Catalan.

Persaingan di antara kedua klub dan fans mereka mewajibkan komisi tersebut untuk bertindak dalam menghindari terjadinya insiden yang buruk. Ini adalah satu-satunya pertandingan yang tergolong dalam status berisiko tinggi pada pekan ke-14 di musim ini.

Real Madrid saat ini masih kokoh di puncak klasemen sementara La Liga dengan raihan 30 poin atau unggul empat poin dari pesaing mereka Barcelona, di tempat kedua.

Pada matchday ke-13, Los Blancos akan menghadapi Sporting Gijon di Santiago Bernabeu pada hari Sabtu (26/11), sementara Blaugrana akan bertandang ke markas Real Sociedad pada Senin (28/11) dini hari WIB. (Sumber: Sport English)

The Gunners Arsenal Incar Marco Reus Gantikan Alexis Sanchez

Arsene Wenger adalah pengagum Marco Reus dan menilainya sebagai pengganti sempurna untuk Alexis Sanchez.

Arsenal akan menjadikan Marco Reus sebagai sasaran teratas mereka jika Alexis Sanchez memutuskan untuk meninggalkan Emirates Stadium.

Sanchez, yang kini berusia 27 tahun, belum menandatangani kontrak baru di Emirates dan memiliki 18 bulan tersisa di kontraknya yang berpenghasilan sebesar £ 180.000 per minggu.

Dan, menurut Mirror, jika bintang Sanchez akhirnya memutuskan untuk meninggalkan klub London utara, maka manajer Arsene Wenger siap meluncurkan tawaran untuk penyerang Borussia Dortmund Marco Reus.

Wenger adalah pengagum berat dari gelandang internasional Jerman itu dan telah mencoba untuk membawanya ke Liga Premier di jendela transfer sebelumnya.

Sanchez ingin naik gaji sebesar £ 200.000 per minggu dengan klausul buy-out dimasukkan ke dalam kontrak barunya, dengan mantan bintang Barcelona itu sejauh ini masih belum menyetujui perpanjangan kontrak barunya di Emirates.

The Gunners telah mengamankan Hector Bellerin dan Mesut Ozil yang semakin dekat untuk menandatangani kontrak baru.

Sanchez telah dikaitkan dengan kepindahannya ke Juventus, tetapi raksasa Serie A itu tampaknya tidak mungkin bisa memenuhi tuntutannya yang tinggi.

Manajer Manchester City Pep Guardiola, yang menjadi pelatih Sanchez di Barcelona, juga telah dikaitkan dengan penyerang Chile itu.

Minggu, 27 November 2016

Demi Kencani Wanita Seksi ini Ronaldo Rela Menyamar

Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo tampaknya sudah mempunyai pacar baru. Namun sayangnya, pria berusia 31 tahun tersebut belum mau mempublikasikan kekasih barunya itu.

Media asal Italia, Chi,  memberitakan bahwa Ronaldo mengajak kencan seorang wanita seksi ke Disneyland Paris. Wanita itu diketahui seorang model Spanyol, Georgina Rodriguez.

Saat berkencan dengan Georgina, Ronaldo yang tidak mau hubungannya diketahui itu memutuskan untuk menyamar. Dia mengenakan sweater hitam selama berkencan dengan Georgina.

Tak hanya itu, mantan pemain Manchester United itu juga menggunakan rambut palsu dan topi. Ronaldo juga memakai kaca mata hitam untuk menutupi wajahnya.

Ronaldo dan Georgina sempat menunjukkan kemesraannya di Disneyland Paris. Keduanya tertangkap kamera sedang asik bercumbu dan berpelukan.

georgina-rodriguez georgina-rodriguez1 georgina-rodriguez1a georgina-rodriguez2 georgina-rodriguez3

5 Kiper Liga Inggris dengan Penyelamatan Terbanyak

Hingga pekan ke-12 kompetisi Liga Inggris, Tottenham Hotspur mengukuhkan diri sebagai tim yang paling sedikit kebobolan, yakni hanya delapan gol. Namun kiper klub itu, Hugo Lloris, hanya berada di urutan ke-17 dalam daftar kiper terbaik musim ini, ditandai dengan banyaknya penyelamatan yang dilakukan. Hal itu tampaknya tak lepas dari ketangguhan para bek klub tersebut yang memastikan tak banyak tembakan terarah menuju Lloris.

Kiper-kiper klub besar justru kalah bersaing dalam hal banyaknya penyelamatan itu. Kiper Chelsea, yang kini memuncaki klasemen, justru berada di urutan terbawah klasemen itu. Thibaut Courtois hanya melakukan 17 penyelamatan.

Berikut ini lima kiper dengan penyelamatan terbanyak.

1. Tom Heaton (Burnley): 62 penyelamatan

Kiper asal Inggris ini sudah tampil 12 kali untuk Burnley dan berhasil melakukan 62 penyelamatan. Pemain 30 tahun tersebut juga menorehkan catatan tak kebobolan 13 kali dalam 50 tampilan Liga Ingris. Karena performa apiknya, ia kini disertakan dalam skuad timnas Inggris.

2. Jordan Pickford (Sunderland): 47 penyelamatan
Pemain asal Inggris berusia 22 tahun ini sudah tampil sepuluh kali musim ini dan melakukan 47 penyelamatan. Produk akademi Sunderland tersebut mulai jadi pilihan utama setelah musim lalu hanya tampil dua kali.

3. Ben Foster (West Bromwich Albion): 39 penyelamatan

Pemain 33 tahun ini sudah tampil 12 kali. Pada usinya yang sudah tak muda, mantan pemain Manchester United tersebut justru tampil semakin matang.

4. Lukasz Fabianski (Swansea City): 37 penyelamatan

Kiper Polandia berusia 31 tahun ini sudah tampil 12 kali musim ini. Ini menjadi musim ketiganya di Swansea dan tampilannya tak terlihat menurun.

5. Adrian (West Ham United): 37 penyelamatan

Kiper Spanyol berusia 29 tahun ini sedang menjalani musim keempatnya di West Ham. Ia mampu melakukan 37 penyelamatan dalam sebelas laga.

5 Klub Paling Sial di Final Liga Champions

Kalah di final pada ajang sebesar Liga Champions tentunya menyisakan duka mendalam. Lima klub ini sudah sering merasakannya.

Real Madrid saat ini memegang rekor sebagai klub yang paling banyak memenangi trofi Liga Champions. Los Blancos 11 kali tampil sebagai juara.

Musim lalu, El Merengues mengalahkan Atletico Madrid melalui adu penalti dengan skor 5-3 pada partai pamungkas yang berlangsung di Stadion San Siro, Milan , (28/5/2016).

AC Milan berada di tempat kedua pemegang rekor peraih trofi Si Kuping Besar. Rossoneri tujuh kali tampil sebagai juara dan empat kali menjadi runner-up.

Meski demikian, ada pula klub yang kurang beruntung karena lebih sering menjadi runner-up ketimbang juara Liga Champions. Juventus menjadi satu di antaranya.

1.Juventus

Juventus tercatat delapan kali lolos ke final Liga Champions, yakni pada tahun 1972-1973 , 1984-1985 , 1996/-997 , 1995-1996 , 1996-1997 , 1997-1998 , 2002-2003 dan 2014-2015.  Meski demikian, Si Nyonya Tua baru dua kali tampil sebagai juara pada tahun 1985 dan 1996.

Daftar kekalahan Juventus di final Liga Champions:

- 1972/1973 : Ajax Amsterdam vs Juventus (1-0)
- 1982/1983 : Hamburg vs Juventus (1-0)
- 1996/1997 : Dortmund vs Juventus (3-1)
- 1997/1998 : Real Madrid vs Juventus (1-0)
- 2002/2003 : AC Milan vs Juventus (0-0)  (3-2 setelah adu penalti)
- 2014/2015 : Barcelona vs Juventus (3-1)

2. Bayern Munchen

FC Hollywood sudah 10 kali merasakan partai final Champions League, yakni pada musim 1973-1974, 1974-1975, 1975-1976, 1981-1982, 1986-1987, 1998-1999, 2000-2001, 2009-2010, 2011-2012, dan 2012-2013.

Dari 10 laga tersebut, The Bavarian kalah dalam 5 laga, yakni pada musim 1981-1982, 1986-1987, 1998-1999, 2009-2010, dan 2011-2012 .

Daftar kekalahan Bayern Munchen di final Liga Champions:

- 1981/1982 : Aston Villa vs Bayern Munchen (1-0)
- 1986/1987 : Porto vs Bayer Munchen (2-1)
- 1999/2000 : Manchester United vs Bayern Munchen (2-1)
- 2009/2010 : Inter Milan vs Bayer Munchen (2-0)
- 2011/2012 : Chelsea vs Bayern Munchen (1-1) (4-3 setelah adu penalti )

3. Benfica

Klub asal Portugal ini punya catatan emas dengan lolos ke partai final Liga Champions sebanyak 7 kali, yakni pada musim 1960-1961, 1961-1962, 1962-1963, 1964-1965, 1967-1968, 1987-1988, dan 1989-1990.

Dari 7 partai tersebut, mereka kalah di 5 laga, yakni partai final pada musim 1962-1963, 1964-1965, 1967-1968, 1987-1988, dan 1989-1990.

Daftar kekalahan Benfica di final Liga Champions:

- 1962/1963 : AC Milan vs Benfica (2-1)
- 1964/1965 : Inter Milan vs Benfica (1-0)
- 1967/1968 : Manchester United vs Benfica (4-1)
- 1987/1988 : PSV vs Benfica (0-0, 6-5 setelah adu penalti )
- 1989-1990 : Benfica vs AC Milan (1-0)

4. AC Milan

Klub berjuluk Rossoneri ini berhasil lolos ke 11 partai final Champions League, yaitu pada musim 1957-1958, 1962-1963, 1968-1969, 1988-1989, 1989-1990, 1992-1993, 1993-1994, 1994-1995, 2002-2003, 2004-2005, dan 2006-2007.

Dari 11 partai tersebut, AC Milan menjadi runner-up pada musim 1957-1958, 1992-1993, 1994-1995, dan 2004-2005.

Daftar kekalahan AC Milan di final Liga Champions:

- 1957/1958: Real Madrid vs AC Milan (3-2)
- 1992/1993: Marseille vs AC Milan (1-0)
- 1994/1995: Ajax Amsterdam vs AC Milan (1-0)
- 2004/2005: Liverpool vs AC Milan (3-3,3-2 setelah adu penalti)

5. Barcelona

Blaugrana sudah merasakan partai final Champions League sebanyak 8 kali, yakni pada musim 1960-1961, 1985-1986, 1991-1992, 1993-1994, 2005-2006, 2008-2009, 2010-2011, dan 2014-2015. El Barca tiga kali mengalami kekalahan, yakni pada musim 1960-1961, 1985-1986, dan 1993-1994.

Daftar kekalahan Barcelona di final Liga Champions:

- 1960/1961: Benfica vs Barcelona (3-2)
- 1985/1986: Steaua Bucharest vs Barcelona (2-0)
- 1993/1994: AC Milan vs Barcelona (4-0)